Di sini, di ujung jembayan hati....
kutuliskan segala rasa yang mengkarsai
jiwa, ketika cinta berbalut duka, saat penetrasi emosi itu meredup rendah, bak
burung-burung yang kembali ke sangkarnya.
Dalam diam kutabur pesona keheningan,
meski ramai keadaan namun sepi dalam penghambaan. tak mampu mengukur-ngukur
kehendak,asa dan cita.
seribu janji berjuta sumpah, berpendar
di seantero mayapada, mengulitngulit dinding keyakinan, akankan semua mimpi
menjadi nyata??
kegelisahan merupakan honor dan reward
dari ketakpercayaan kita kepada kehendak tunggal si pemilik kehidupan.
berlari menyatakan kekerdilan jiwa yang
pengecut, bahkan itu adalah aklamasi dari kegagalan.
padahal, kenyataan masalalu-masasekarang
taklah sama, namun tetap saja bayangan itu selalu menyertai langkah!!
oh malam, lilitlah aku dengan cekaman
gelapmu, hingga ujung hidungku tak terlihat lagi di klub-klub malam.
oh siang, bakarlah aku dengan panas
cahayamu, biarkan aku meleleh bak lilin-lilin yang raib bersama waktu.
oh, oh, oh..........libaslah aku dalam
topan dan badaimu, biarkan aku hanyut dan tenggelam bersama batu-batu bisu yang
tak berkomentar ini dan itu....
di pojok jiwa....
terukir sebuah asa..
aku hanya tau..
bahwa asa itu adalah rasa..
dan rasa itu adalah hampa...
maka hampa itulah titik kehilangan
diri..
bahkan tak memiliki walau hanya sebiji
sawi...
karena semua telah di beli..
oleh sang pemilik hati..
dialah Allah robbul izzati...
dalam sunyi semua bertajali...
hingga lintahpun terlihat sapi..
sementara gajah bak rangkaian duri..
yang semuanya itu hanya majazi..
tak ada yang abadi..
kalau engkau tak percaya..
tanyalah pada batu yang bersemedi...
niscaya engkau temukan jawabanmu
sendiri..
karena jawabannyapun tetap saja sunyi...
dan jiwamu yang selama ini hirukpikuk
mendadak sepi...
bak kuburan dengan damar tanpa api..
mari menyapa sepi...
di sanalah muara hati itu akan lerlihat
indah berseri..
dan engkau akan temukan kalimat sang
bijak bestari..
katanya " engkau dan aku sama
saja"
sama-sama dari mani yang tak berarti...
untuk itulah copot dan lepaskan seragan
kepalsuan selama ini...
dan sadarilah bahwa semua ini bukan
punya kita lagi....
karena dalam sunyi, kita tak punya
apa-apa lagi.....
Raden Ahmad Affandi Azmatkhan
Raden Ahmad Affandi Azmatkhan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar