Terjalnya kerikil rasa menusuk-nusuk telapak kaki kehambaan. Memerih,
memerah dan menanahkan kulit ari ketakberdayaan.
Cinta, ia adalah belukar duri yang merobek hati.
Cinta, ia adalah sembilu pedih yang menguliti asa.
Cinta, ia adalah bayang-bayang kegilaan yang memutus akal naluri.
Cinta, ia adalah cermin dari sekian rasa yang menggejolakkan jiwa.
Tanpa cinta hidupkan hampa
Dengan cinta hidup semakin menyala
![]() |
| Add caption |
Bersama cinta semua orang menjadi bahagia
Namun cinta sering membutakan mata.
Ia sering memekakkan telinga.
Bahkan cinta membinasakan jiwa
Lalu adakah senyawa dalam cinta?
Hanya engkaulah sahabat yang bisa menjawab semua tanya
Karena engkaulah sang pejuang cinta...
Salam untuk sahabatku....
Raden Ahmad Affandi Azmatkhan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar