Selasa, 16 Desember 2014

JAGAD KESADARAN

Semesta berputar tanpa henti, seperti itu juga partikel-partikel terkecil yang bernama atom.  Perputaran itulah kehidupan, seperti matahari di jatah siangnya dan rembulan di waktu malamnya. 

kehidupan manusia dipenuh dengan beragam kisah, tak hanya putih bahkan hitampun mengambil peran. hanya saja, objektifitas penilaian sering ditimpas oleh pandangan parsial dalam sebuah jastifikasi. padahal kita semua sadar 'petunjuk' itu bukan bagian kita.

Manusia menempati posisinya masing-masing, si penjahat dengan seluruh kejahatannya, dan si baik dengan seluruh kebaikannya, inilah dunia. tak ada kyai, ustadz atau ulama, jika semua orang setara dengan mereka dalam hal pemahaman, kebaikan dan pengamalan. sebutan itu lahir karena tuhan menjadikan sisi gelap untuk diterangi mereka. maka seharusnya mereka ikut bersyukur pada kegelapan, seperti matahari yang selalu dinanti ketika malam sudah sedemikian pekat. sebaliknya keberkahan 'cahaya' yang dititipkan tuhan kepada mereka kebaikan dalam dunia kelam. keduanya menjadi saling berucap terima kasih.

adalah kita kawan....
terkadang tertawan oleh sekelumit kenangan tentang dosa-dosa yang boleh jadi sampai sekarangpun belum kita bisa lepaskan. namun di ruang hati, selalu ada sudut untuk menyesali. dan itulah mercusuar jiwa yang akan menuntun kita untuk berbenah diri.


adalah kita kawan...
yang sering membanggakan kebaikan meski baru sedikit yang bisa kita lakukan. namun tepukan dada sering membahana seolah kita seorang sajalah yang akan menemui surga. padahal di ruang hati, selalu ada sudut kebanggan, riya, ujub, sum'ah dan takabur, dan itulah api yang membakar sekam amal tanpa kita sadari.

adalah kita kawan....
yang menopang kehidupan dengan se'abrek' kepalsuan, mengatasnamakan agama bahkan tuhan sekedar untuk memperoleh harta dan keterpujian. meski kadang kita membrutal tanpa pertimbangan 'SK' tuhan untuk merusak semesta, semua demi perut kita, padahal di ruang hati, selalu ada sudut penyesalan, dimana semua yang kita cari ternyata tak memberi arti pada sebuah kebahagian yang sejati.

adalah kita kawan....
yang memalsukan cinta dan keadilan, lantang teriang bak lari melintas lintang pukang, namun dikenyataan hari, kitalah yang memperkosa dan meniduri cinta dan keadilan. bahkan atas nama cinta, berapa gadis yang terenggut kehormatannya, berapa wanita yang terpaksa melacurkan kehidupan. padalah di ruang hati, selalu ada sudut, dimana keinginan untuk dicintai, disayangi, dihormati setulus hati itu selalu hadir menyapa rasa.

adalah kita kawan....
atas nama hukum dan kepentingan,  melongokkan wajah untuk tampil dimuka, meski cacat itu tak bisa dielakkan, walau bedak dan gincu dipertebaltuankan. demi sebuah harga diri, atau harga rumah kita tak pernah bisa membaca, karena nita masing-masing tersimpan rapi di dalam dada. di ruang hati, selalu ada sudut kehampaan, disitu terletak perasaan benci terhadap diri sendiri, karena tak mampu berbuat lebih untuk orang-orang terkasih, karena kita tak bisa berbagi dengan sesama, meski kadang kita menafikan genta suaranya yang begitu nyaring menendangnendang telinga jiwa.

adalah kita kawan....
yang merindui kehidupan abadi dalam kesenangan, hingga tak peduli lagi dengan cara apa kita untuk mempertahankannya, walau harus membunuh, memfitnah, mengadudomba, mempolitisir berita, atau nyemplung kekubangan nista, padahal di ruang hati, selalu ada sudut kesadaran bahwa kehidupan ini tidak kekal, tak ada yang abadi, tak ada yang pasti, dan kesadaran akan kuasa ilahi itu kita bunuh dengan kepurapuran bego kita atau memang bego yang sesungguhnya, hingga kita tetap mempertahankan syahwat keinginan yang meledak-ledak itu.

adalah kita kawan.....
yang akan menempuh dua jalan, kanan atau kiri, keduanya mengandung konsekuensi logis. dan tak ada paksaan tuhan untuk engkau lalui jalan yang mana, karena ia telah membuat rambu-rambu sebagai tanda, dan Dia beri kita mata hati untuk membacanya, agar kita tak menyesal di ujung jalan yang kita pilih.......


silakan......demikian tuhan memulainya.....

Raden Ahmad Affandi Azmatkhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar