Selasa, 16 Desember 2014

Damar Hati di Kegelapan Ruhani...

Terjal dan berliku, itulah kenyataan. Meski tak boleh kita menafikan lurus sekalisekali, karena itu adanya.  Kita tak boleh menutup mata, karena memang harus terus terbuka, jangankan dua mata, satu saja yang tertutup resikonya kita dibilang genit, kalau dua? Buta.....

Mata adalah jendela hati, dengannya kita bisa melongok jendela dunia. Di sanalah keanekaragaman itu terjadi, tak hanya putih atau hitam, sesekali hijau, biru, merah,kuning atau abu-abu.  Tapi jangan coba-coba engkau kenakan warna itu pada lensa matamu,  jika engkau lakukan, engkau telah memperkosa keindahan, memaksakan bajumu pada tubuh orang lain , fatal akibatnya....

Tuhan saja tidak memaksa, memberikan alternatif kita untuk menentukan kebaikan dan keburukan  “ qod tabayyanu rusyd minal ghoy”  . silakan download softwarenya masing-masing, karena hardwarenya sudah disiapkan oleh Allah SWT, “fa alhamaha fujurohah wataqwahah” . saat kita install dapat dipastikan langsung running. Dan tak perlu kita mengkambing hitamkan kambing yang memang sudah hitam, semua punya konsekuensinya.

Kebeningan, kejernihan, kepolosan, sikap itulah yang mampu mempertahankan substansial keindahan tetap menjadi keindahan, tanpa rekayasa, manipulasi atau kalkulatif semu yang dipaksakan.  Kalau boleh diibaratkan produk, manusia ini produk terbaik Gusti Allah,Ahsani Taqwiim” . ia (manusia) hanya bisa berjalan baik, memproduksi kebaikan, jika panduan kita gunakan dengan baik, jangan bilang tak mengerti cara menggunakannya, karena tuhan tak sekedar mengeluarkan buku panduan itu, Ia juga menghadirkan teknisi kehidupan yang telah teruji kredibiltasnya.

Lihatlah, saat kita memaksakan diri menggunakan panduan selain yang disiapkan tuhan, mulai dari sosialis, demokrasi, komunis, kapitalis  de el el. Tak satupun mampu merendahriuhkan kebisingan yang diakibatkan oleh ketidakkompatibelannya, kalaupun jalan, jalannya tersendat-sendat, eror atau ngeblank, masih untung nggak m’leduk.

Dampak itu tak hanya personal tetapi global. Piranti-piranti lainnya semacam api, air, tanah dan udara tentu juga akan gerah, karena mereka terkena limbah ketidakcocokan itu, manusia tak mematuhi S.O.P yang telah ditandatangani bersama. Wajarlah kalau mereka demo, bukan ingin menguasai, sekedar mengingatkan manusia, akan janji selagi kampanye dulu “ Qolu Balaa Syahidnaa”


Tapi jangan khawatir!! Meski teknisi aslinya sudah meninggalkan kita berabad lamanya, ia mewariskan pengganti yang cukup akurat untuk mendandani problem yang terjadi, mereka dinamai “ al-‘ulama warotsatul anbiya”  tapi kita juga harus jeli, karena banyak teknisi abal-abal, yang menjual produk bajakan, tiruan bahkan karya mereka yang tidak original, alih-alih semakin baik, bisa-bisa jadi beneran dah M’LEDUKnya....oleh karena itu kita diwajibkan ‘TELITI SEBELUM MEMBELI!!’

Raden Ahmad Affandi Azmatkhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar