Terjal dan berliku, itulah kenyataan.
Meski tak boleh kita menafikan lurus sekalisekali, karena itu adanya.
Kita tak boleh menutup mata, karena memang harus terus terbuka, jangankan
dua mata, satu saja yang tertutup resikonya kita dibilang genit, kalau dua?
Buta.....
Mata adalah jendela hati, dengannya kita
bisa melongok jendela dunia. Di sanalah keanekaragaman itu terjadi, tak hanya
putih atau hitam, sesekali hijau, biru, merah,kuning atau abu-abu. Tapi
jangan coba-coba engkau kenakan warna itu pada lensa matamu, jika engkau
lakukan, engkau telah memperkosa keindahan, memaksakan bajumu pada tubuh orang
lain , fatal akibatnya....
Tuhan saja tidak memaksa, memberikan
alternatif kita untuk menentukan kebaikan dan keburukan “ qod
tabayyanu rusyd minal ghoy” . silakan download
softwarenya masing-masing, karena hardwarenya sudah disiapkan oleh Allah
SWT, “fa alhamaha fujurohah wataqwahah” . saat
kita install dapat dipastikan langsung running. Dan tak perlu kita mengkambing
hitamkan kambing yang memang sudah hitam, semua punya konsekuensinya.
Kebeningan, kejernihan, kepolosan, sikap
itulah yang mampu mempertahankan substansial keindahan tetap menjadi keindahan,
tanpa rekayasa, manipulasi atau kalkulatif semu yang dipaksakan. Kalau
boleh diibaratkan produk, manusia ini produk terbaik Gusti Allah,“Ahsani
Taqwiim” . ia (manusia) hanya bisa berjalan baik, memproduksi
kebaikan, jika panduan kita gunakan dengan baik, jangan bilang tak mengerti
cara menggunakannya, karena tuhan tak sekedar mengeluarkan buku panduan itu, Ia
juga menghadirkan teknisi kehidupan yang telah teruji kredibiltasnya.
Lihatlah, saat kita memaksakan diri
menggunakan panduan selain yang disiapkan tuhan, mulai dari sosialis, demokrasi,
komunis, kapitalis de el el. Tak satupun mampu merendahriuhkan kebisingan
yang diakibatkan oleh ketidakkompatibelannya, kalaupun jalan, jalannya
tersendat-sendat, eror atau ngeblank, masih untung nggak m’leduk.
Dampak itu tak hanya personal tetapi
global. Piranti-piranti lainnya semacam api, air, tanah dan udara tentu juga
akan gerah, karena mereka terkena limbah ketidakcocokan itu, manusia tak
mematuhi S.O.P yang telah ditandatangani bersama. Wajarlah kalau mereka demo,
bukan ingin menguasai, sekedar mengingatkan manusia, akan janji selagi kampanye
dulu “ Qolu Balaa Syahidnaa”
Tapi jangan khawatir!! Meski teknisi
aslinya sudah meninggalkan kita berabad lamanya, ia mewariskan pengganti yang
cukup akurat untuk mendandani problem yang terjadi, mereka dinamai “
al-‘ulama warotsatul anbiya” tapi kita juga harus jeli,
karena banyak teknisi abal-abal, yang menjual produk bajakan, tiruan bahkan
karya mereka yang tidak original, alih-alih semakin baik, bisa-bisa jadi
beneran dah M’LEDUKnya....oleh karena itu kita diwajibkan ‘TELITI
SEBELUM MEMBELI!!’
Raden Ahmad Affandi Azmatkhan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar