Selasa, 16 Desember 2014

ALLAHU AKBAR!

Kalimat ini sangat sangatlah sering kita dengar bahkan terucap dari bibir kita, entah itu dalam sholat atau dzikir yang kita lantunkan. kalimat yang sangat simpel dan sederhana untuk dibunyikan, namun memiliki pemaknaan yang dalam. mari kita coba merenungkan sedikit artikulasinya dalam sisi bathin secara sederhana.

sebagian manusia termasuk kita barangkali sering terjebak kepada peng 'agung'an terhadap dunia, sehingga tak sedikit dari kita yang mencintai dan menunjukkan ketundukan cinta terhadap dunia. seperti sebuah kisah tentang seorang anak yang meminta lolypop (permen) kepada kawannya, lalu kawannya mengatakan, kalau engkau mau, merangkaklah dulu di bawah kakiku, lalu si anak tersebut mbrangkang dan mendapatkan apa yang ia inginkan. 

kita memang bukan anak kecil itu, karena kisah diatas hanya perlambang dari kebijaksanaan ulama dalam memahamkan makna dunia. dikenyataan hari ini, kita seperti anak yang menginginkan lolypop tersebut dan bersedia mbrangkang, menjual harga diri dan izzahnya iman demi mendapatkan bagian kecil dari dunia.

aku tak sekedar membicarakan imajinerku, namun inilah realita sesungguhnya, tak sedikit manusia yang rela melepaskan kehormatannya untuk mendapatkan populeritas, atau menjilat-jilat kebusukan bosnya demi sebuah promosi.

ditambah lagi, sikap angkuh para borjuis yang berlagak dermawan, memposisikan siapa saja sebagai 'alap-alap' yang harus disedekahi wajah sombong dan senyuman sinis. tak pelak, banyak manusia memaksakan dirinya tampil sebagai 'gembel' demi semua itu.

itu bukan hal yang baru, itu kisah lama yang diceritakan oleh kita berulang-ulang. sikap hedonisme dan mementingkan materi sebagai objek kehidupan telah membawa kewibawaan manusia di mata mahluk langit lebih hina dari binatang ternak, bak kerbau dicucuk hidung, kita tertawan oleh bendawi yang sarat dengan kehinaan diri.

persahabatan hanya langgeng saat kita memiliki jabatan dan secuil harta, begitu ia pergi, pergi juga kawan, sodara dan semua orang yang mengaku sahabat, kalaupun berteman hanya se-basa se-basi kata dalam lumatan kepalsuan. kenapa? karena kita tak lagi menguntungkan buat mereka.....

dalam TAKBIR semuanya sirna, karena saat kita mengucapkan ALLAHU AKBAR!! adakah sesuatu selain Allah yang patut kita besarkan? kita banggakan? kita puja? kita sanjung?....

jika IA, maka semua maknawiyah takbir menjadi pudar tak bermakna, seharusnya semua manusia duduk dalam majelis yang satu, yakni majelis kehinaan dihadapan Allah, sehingga tak ada lagi besar kepala, busung dada, atau tinggi hati, semua habis dimamai oleh ke BESARAN ALLAH Ta'ala.

mana mobil merek HUMMER, JAGUAR, BMW, MERCY, LEXUS dsb....ah, itu bahkan lebih tak berarti lagi....

lalu kenapa kita sering merasa kecil diri dihadapan mereka yang memilikinya jika memang semua itu tak sebanding dengan gemuruh takbir yang memekik mekik dalam hati dan jiwa kita?????

bahkan saat takbir itu dikumandangkan, tak satupun lagi mahluk di langit dan bumi boleh ada, karena yang tajjali hanya kebesaran Allah yang MAHA JALI dari segala sesuatu.....

saatnya bagi kita tak lagi membesarkan diri, waladzikrullahi Akbar!!


wallahu a'lam.....

Raden Ahmad Affandi Azmatkhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar