Rabu, 17 Desember 2014

EMAK, GUA INGIN NAEK HAJI

Add caption
Tetes air mata ini menggenangi pipi, saat Engkau ajari aku makna cinta dan kasih wahai al-waduud, Engkau perintahkan diri yang hina ini menontot cuplikan kisah dari sekian kisah yang Engkau tajjalikan dalam karya anak manusia, EMAK INGIN NAIK HAJI. Tak kuasa aku menengadahkan tangan keharibaan-Mu, menyadari bahwa aku penuh dengan salah dan dosa. 

Tuhan, Begitu agung engkau perlambankan kasih-Mu, dan itu aku tangkap dari nyatanya cinta seorang ibu akan anaknya, belai mesranya adalah cermin kelembutan-Mu, senyumnya adalah rahmat-Mu, bahkan tangisannya merupakan sifat pengabulan-Mu.


Tuhan, maka wajarlah jika cinta itu meluluhkan petala langit dan bumi, meski skenario-Mupun tetap harus berlaku agar ada gelak tawa dan seseguk tangis.


Tuhan, Jiwa-jiwa itu merindukan-Mu, mereka ingin menyapa-Mu di tanah kelahiran para kekasih-Mu, Ibrahim, Ismail dan Baginda Rasulullah. Meski akal terbentur dengan segala keadaan, namun Af’al-Mu jua yang menentukan akhir dari sebuah cerita dan keinginan.


Tuhan, aku sadar, bahwa apa yang Engkau titahkan pastilah terjadi, sebaliknya juga begitu.
Tuhan, bukan, bukan aku tak dapat memahami akan kuasamu di bumi pertiwi, bukan juga aku tak ridho akan ketetapan-Mu di negeri ini, aku hanya ingin, izinkan aku tuhan untuk bersimpuh di hadapan-Mu pada bumi yang Engkau telah berkahi, bumi di mana tanahnya Engkau jadikan jasad para kekasih-Mu, bumi itulah tuhan yang telah menggejolakkan rindu yang terpendam, aku hanya ingin bersimpuh, memohon ampunan dan ridho-Mu, aku ingin datang kepada Nabi-Mu seperti saidina Umar yang menjumpainya, aku ingin mengatakan, Ya Rasulallah aku mencintaimu.......

Wahai Rob langit, wahai tuhan bumi, wahai tuhan Makkah, wahai tuhan Madinah, wahai tuhan pemilik arsy yang agung...izinkan kami menyambungkan rasa kepada-Mu dan kepada rasul-Mu dalam titian hati meretas rindu yang tak termaknakan lagi....wahai Allah......wahai tuanku, wahai rajaku, wahai pemilikku, wahai penggenggam nyawaku.....ampuni aku.......
Titip salamku ya Allah pada ruh ayah dan ibuku yang telah Engkau panggil, sebelum aku Engkau izinkan untuk membuat mereka tersenyum, ampuni mereka, maafkan mereka, masukkan mereka ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang engkau cintai........

Ayah, bunda, aku sayang kalian.......
Labaik allaumma labaik..




Tidak ada komentar:

Posting Komentar