Selasa, 16 Desember 2014

CINTA BERSABARLAH......

Atas dasar apa kita berbuat? Iman, islam, ihsan, ilmu atau ketakmengertian?  Atau egosentri sebagai khalifah yang menyelamatkan bumi? Seperti tantangan Nabiallah Sulaiman yang ingin memberi makan rakyatnya? Atau seperti Nuh yang mengharapkan keselamatan anaknya? Atau seperti saudara Nabiallah Yusuf yang menggulingkannya di sumur tua?? Entah.....

Engkau dan aku bukan siapa-siapa dalam pandangan hakikat, jika engkau gunakan pedang syari’at, sudah seberapa banyak rukuk sujud yang kita lakukan?? Lalu apa yang menjadi pembanding amaliah zahir dan bathin kita? Merasa suci? Merasa benar? Merasa telah beramal?  Mempertontonkan amaliah yang secuil itu kepada semesta yang mengasihi? Tidakkah kita bercermin siapa kita? Beranikah kita menjamin kesucian diri kita dihadapan Tuhan yang Maha QUDUS? Atau kita teken kontrak mati dalam keadaan khusnul khotimah dengan malaikat Izroil? Lalu kita rekomendasikan surat tagihan amal keburukan itu kepada orang lain??

Kalau aku menyebut diriku pendakwah! Sudah mampukah mewarisi welas asih Kanjeng Nabi saat di lempar di thoif, atau memberikan makan pengemis Yahudi yang mencacinya setiap hari?  Atau melepas suroqah yang mengalungkan pedang di lehernya?? Atau larangannya saat fatimah marah ketika kotoran onta itu diletakan pada pundaknya sewaktu ia sujud??? Jika Musa diperintah Allah untuk menyeru Fir’aun dengan Qoulan Layyinah (kelemah lembutan), sudahkah kita mendatanginya dengan kesantunan??

Kearifan lokal sejalan dengan kebodohan personal, tanpa orang-orang yang bersalah dimana barameter kebenaran? Jika kebencian itu membludak dapatkah itu dibilang jiwa yang mengasihi?? Kapan kita membagi rahmat? Kapan kita membagi cinta? Untuk menyayangi diri kita agar tak dimakan ulat-ulat pemborok hati saja kita begitu tak kuasa, tanpa hidayah Allah kita ini bukan siapa-siapa??

Bukankah eksistensi kehambaan sejati adalah ke’tiada’an?? Lalu mengapa kita menjadi dewa? Membuat keputusan dan hukuman? Siapa kita sesungguhnya kita...
Jawabnya....


CINTA BERSABARLAH.....

Raden Ahmad Affandi Azmatkhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar