Atas dasar apa kita berbuat? Iman,
islam, ihsan, ilmu atau ketakmengertian? Atau egosentri sebagai khalifah
yang menyelamatkan bumi? Seperti tantangan Nabiallah Sulaiman yang ingin
memberi makan rakyatnya? Atau seperti Nuh yang mengharapkan keselamatan
anaknya? Atau seperti saudara Nabiallah Yusuf yang menggulingkannya di sumur
tua?? Entah.....
Engkau dan aku bukan siapa-siapa dalam
pandangan hakikat, jika engkau gunakan pedang syari’at, sudah seberapa banyak
rukuk sujud yang kita lakukan?? Lalu apa yang menjadi pembanding amaliah zahir
dan bathin kita? Merasa suci? Merasa benar? Merasa telah beramal?
Mempertontonkan amaliah yang secuil itu kepada semesta yang mengasihi? Tidakkah
kita bercermin siapa kita? Beranikah kita menjamin kesucian diri kita dihadapan
Tuhan yang Maha QUDUS? Atau kita teken kontrak mati dalam keadaan khusnul
khotimah dengan malaikat Izroil? Lalu kita rekomendasikan surat tagihan amal
keburukan itu kepada orang lain??
Kalau aku menyebut diriku pendakwah!
Sudah mampukah mewarisi welas asih Kanjeng Nabi saat di lempar di thoif, atau
memberikan makan pengemis Yahudi yang mencacinya setiap hari? Atau
melepas suroqah yang mengalungkan pedang di lehernya?? Atau larangannya saat
fatimah marah ketika kotoran onta itu diletakan pada pundaknya sewaktu ia
sujud??? Jika Musa diperintah Allah untuk menyeru Fir’aun dengan Qoulan
Layyinah (kelemah lembutan), sudahkah kita mendatanginya dengan kesantunan??
Kearifan lokal sejalan dengan kebodohan
personal, tanpa orang-orang yang bersalah dimana barameter kebenaran? Jika
kebencian itu membludak dapatkah itu dibilang jiwa yang mengasihi?? Kapan kita
membagi rahmat? Kapan kita membagi cinta? Untuk menyayangi diri kita agar tak
dimakan ulat-ulat pemborok hati saja kita begitu tak kuasa, tanpa hidayah Allah
kita ini bukan siapa-siapa??
Bukankah eksistensi kehambaan sejati
adalah ke’tiada’an?? Lalu mengapa kita menjadi dewa? Membuat keputusan dan
hukuman? Siapa kita sesungguhnya kita...
Jawabnya....
CINTA BERSABARLAH.....
Raden Ahmad Affandi Azmatkhan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar